Sabtu, 31 Desember 2016

BATU KERTAS GUNTING



 
Hidup memiliki banyak fenomena, dari yang kita duga, maupun yang tak pernah tercetus dibenak kita, entah itu alami atau buatanmanusia itu sendiri, cobalah ambil sedikit dan sama-sama belajardari filosofi yang saya rasakan dalam mengatasi dan menyikapi paradigm dan problema hidup bermasyarakat.
Batu …
Kertas …
Gunting …
Kapan kita harus bersikap seperti batu, kapan kita harus bersikap seperti kertas dan kapan kita harus bersikap seperti gunting?
Batu…
Identic keras, kuat , berpendirian , maka jadilah seperti batu saat dimana kita harus menyatakan yang benar, ‘’nahyi mungkar’’ atau menjegah dari kemungkaran, membela ajaran allah dan syariatnya ataupun menjaga martabat islam dan keluarga kita. Tidak semua yang keras harus kita hadapi dengan keras, Karena terkadang tidak kita temukan solusinya., maka keraslah kalian dengan kebenaran, peganglah teguh itu.
Kertas…
Nah…. Sikap dan karakter inilah yang dapat mengatasi perilaku keras seseorang karena batu hanya akan kalah dengan sesuatu yang sifatnya flaksibel dan konsisten.
Karakter seperti kertas ini pun dibutuhkan saat kita berinteraksi dengan lingkungan baru ataupun orang baru.
Gunting …
Gunting memiliki sifat dan karakter yang tajam, lancip, tegas, dan menusuk kedalam. Dalam artian, segala tindak perilaku manusia, harus berdasarkan pemikiran tajam, cerdas, dan terarah. Misalnya seperti dalam sebuah politik, setiap tindak perilaku harus berdasarkan pemikiran yang benar2 kritis. Namun pada kenyataannya pintar dan cerdasnya pemikiran masih saja kalah dihadapan orang-orang yang keras atau berkarakter batu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar