Hidup memiliki banyak fenomena, dari yang kita duga,
maupun yang tak pernah tercetus dibenak kita, entah itu alami atau
buatanmanusia itu sendiri, cobalah ambil sedikit dan sama-sama belajardari
filosofi yang saya rasakan dalam mengatasi dan menyikapi paradigm dan problema
hidup bermasyarakat.
Batu …
Kertas …
Gunting …
Kapan kita harus bersikap seperti batu, kapan kita
harus bersikap seperti kertas dan kapan kita harus bersikap seperti gunting?
Batu…
Identic keras, kuat , berpendirian , maka jadilah
seperti batu saat dimana kita harus menyatakan yang benar, ‘’nahyi mungkar’’
atau menjegah dari kemungkaran, membela ajaran allah dan syariatnya ataupun
menjaga martabat islam dan keluarga kita. Tidak semua yang keras harus kita
hadapi dengan keras, Karena terkadang tidak kita temukan solusinya., maka
keraslah kalian dengan kebenaran, peganglah teguh itu.
Kertas…
Nah…. Sikap dan karakter inilah yang dapat mengatasi
perilaku keras seseorang karena batu hanya akan kalah dengan sesuatu yang
sifatnya flaksibel dan konsisten.
Karakter seperti kertas ini pun dibutuhkan saat kita
berinteraksi dengan lingkungan baru ataupun orang baru.
Gunting …
Gunting memiliki sifat dan karakter yang tajam,
lancip, tegas, dan menusuk kedalam. Dalam artian, segala tindak perilaku
manusia, harus berdasarkan pemikiran tajam, cerdas, dan terarah. Misalnya
seperti dalam sebuah politik, setiap tindak perilaku harus berdasarkan
pemikiran yang benar2 kritis. Namun pada kenyataannya pintar dan cerdasnya
pemikiran masih saja kalah dihadapan orang-orang yang keras atau berkarakter
batu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar