Filsafat
pancasila mampu memberikan dan mencari kebenaran yang substansi tentang hakikat
Negara, ide Negara, dan tujuan Negara. Dasar Negara kita ada lima dasar dimana
setiap silanya berkaitan dengan sila yang lain dan merupakan satu kesatuan yang
utuh, tidak terbagi dan tidak terpisahkan. Saling memberikan arah dan sebagai
dasar kepada sila yang lainnya. Tujuan Negara akan selalu kita temukan dalam
setiap konstitusi Negara bersangkutan. Karenanya tidak selalu sama dan bahkan ada
kecenderungan perbedaan yang jauh sekali antara tujuan di satu Negara dengan
Negara lain. Bagi Indonesia secara fundamental tujuan itu ialah pancasila dan
seklaigus menjadi dasar berdirinya Negara ini.
Secara umum
filsafat Pancasila memiliki beberapa fungsi, yakni: pertama, filsafat Pancasila
memberi jawaban atas pertanyaan yang bersifat fundamental atau mendasar dalam
tentang hakikat kehidupan bernegara. Jawabannya ialah segala aspek yang erat
kaitannya dengan kehidupan masyarakat dan kelangsungan hidup negara, misalnya:
susunan politik, bentuk negara, dan susunan perekonomian negara.[1][15]
Kedua, filsafat Pancasila mencari
kebenaran yang bersifat substansi tentang hakikat negara, ide negara atau
tujuan bernegara. Hal itu disebabkan karena substansi inilah yang mempunyai
kebenaran yang universal bagi bangsa Indonesia dahulu, sekarang, dan masa yang
akan datang. Pengertian tentang substansi ini juga berguna menjadi faktor
penentu bagi titik tolak berfungsinya titik tolak yang bersifat deduktif dan
induktif. Dengan kata lain, pencari kebenaran yang bersifat substansi itu
berguna untuk menguji apakah sesuatu keadaan konkrit dalam masyarakat
bertentangan atau tidak dengan Pancasila. Substansi mengandung essensi kelima
sila Pancasila.[2][16]
Ketiga, filsafat Pancasila berusaha
menempatkan dan menjadi perangkat dari berbagai ilmu pengetahuan yang berkaitan
dengan kehidupan bernegara. Fungsi filsafat akan semakin jelas, apabila di
negara itu sudah berjalan keteraturan kehidupan bernegara.
Ajiib filsafatnya
BalasHapus