Apakah
kebahagiaan itu? Benarkah kebahagiaan itu terletak pada harta? Ataukah
kebahagiaan itu ada pada pangkat dan jabatan? Jawabannya bisa bermacam-macam..
Namun, marilah kita tengok kebahagiaan
seorang wanita berikut ini:
Arkian, sepasang suami-istri tengah
terlibat dalam sebuah pertengkaran. “Aku akan membuatmu sengsara!,” ancam si
suami, “Kamu tidak akan pernah bisa melakukan itu!,” jawab si istri dengan
tenang. Sontak, suami berkata, “Mengapa tidak?” Si istri menjawab, “Jika
kebahagiaan itu terletak pada harta, mungkin engkau bisa mencegahnya dariku.
Demikian pula bila kebahagiaan itu ada pada perhiasan, barangkali engkau juga
bisa menahannya agar tidak sampai kepadaku. Namun, kebahagiaanku bukanlah tergantung
pada apa yang engkau miliki, atau yang di miliki manusia lainnya. Sebab, aku
menemukan kebahagiaan itu dalam keimananku yang bersemayam kukuh di dalam
hatiku, dan tiada yang berkuasa atas hatiku selain Tuhanku(Allah).”
Itulah kebahagiaan hakiki: kebahagiaan
yang terpancar dari keimanan. Yakni, sebuah kebahagiaan yang hanya bisa di
rasakan oleh orang-orang yang di dalam hatinya, jiwanya dan pikirannya mengalir
kecintaan kepada Allah. Sumber utama kebahagiaan sejati adalah hanya Dia yang
Maha Esa, mohonlah kebahagiaan dari-Nya dengan menjalankan ketaatan
terhadap-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar