Jumat, 30 Desember 2016

FILSAFAT




1.      Secara etimologi (asal-usul kata), kata falsafah berasal dari bahasa Yunani, yaitu philosophia, philo/philos/philein yang artinya cinta/pecinta/mencintai dan sophia, yang berarti kebijakan/ wisdom/kearifan/hikmah/hakikat kebenaran. Jadi, filsafat artinya cinta akan kebijakan atau hakikat kebenaran. Berfilsafat berarti berpikir sedalam-dalamnya (merenung) terhadap sesuatu secara metodik, sistematis, menyeluruh, dan universal, untuk mencari hakikat sesuatu. Filsafat akan membawa kita pada pemahaman akan tindakan yang lebih layak (berpikir secara sistematis). Filsafat sangat berguna karena dengan belajar filsafat, kita semakin mampu menangani pertanyaan-pertanyaan mendasar (makna realitas dan tanggung jawab) yang tidak terletak dalam wewenang metode ilmu-ilmu khusus.
2.      Pada umumnya, terdapat dua pengertian filsafat, yaitu filsafat dalam arti proses dan filsafat dalam arti produk. Selain itu, ada pengertian lain, yaitu filsafat sebagai ilmu dan filsafat sebagai pandangan hidup. Demikian pula, dikenal ada filsafat dalam arti teoritis dan filsafat dalam arti praktis. Pancasila dapat digolongkan sebagai filsafat dalam arti produk, sebagai pandangan hidup, dan filsafat dalam arti praktis. Hal ini berarti filsafat Pancasila mempunyai fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi bangsa Indonesia dimana pun mereka berada.
3.      Suatu ajaran filsafat yang bulat mengajarkan tentang berbagai segi kehidupan yang mendasar. Suatu sistem filsafat sedikitnya mengajarkan tentang sumber dan hakikat realitas, filsafat hidup, dan tata nilai (etika), termasuk teori terjadinya pengetahuan manusia dan logika. Sebaliknya, filsafat yang mengajarkan hanya sebagian kehidupan (sektoral, fragmentaris) tak dapat disebut sistem filsafat, melainkan hanya ajaran filosofis seorang ahli filsafat.
4.      Aliran-aliran filsafat yang lain pada dasarnya adalah “anak” dari ketiga aliran besar ini yaitu filsafat materialisme, idealisme, dan realism.
5.      Pancasila yang terdiri atas lima sila hakikatnya merupakan sistem filsafat. Pancasila yang terdiri atas sila-sila pada hakikatnya merupakan asas tersendiri, berfungsi sendiri-sendiri, dan memiliki tujuan tertentu, yaitu suatu masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Secara filosofis dalam kehidupan bangsa Indonesia diakui bahwa nilai Pancasila adalah pandangan hidup. Maka, Pancasila adalah pedoman hidup dalam bertingkah laku dan berbuat dalam segala bidang kehidupan, meliputi bidang ekonomi, politik, sosial budaya dan pertahanan dan keamanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar