Sabtu, 31 Desember 2016

Yuk belajar dari hewan yang menjijikan CACING…




Cacing itu tak akan pernah sanggup menjangkau apa yang ia inginkan. Jelas ia ingin bisa terbang seperti burung itu sehingga tampaklah pesona keanggunannya. Tapi sepertinya ia takut ketinggian.
Ia juga terkadang ingin seperti semut yang bisa merayap ke atas pucuk pepohonan. Tapi sepertinya ia takut terpeleset. Ia juga terkadang ingin seperti kambing yang bisa menyantap hidangan segar rerumputan hijau. Tapi, lagi lagi ia takut. Ia takut melukai apapun yang ia sentuh. Keinginan dan obsesi yang mengisi ruang batinnya, hanya bualan omong kosong.
Sejatinya, cacing it tak lebih dari batang kayu yang menggeliat. Lalu untuk apa ia bertahan sekuat tenaga untuk merengkuh sosok yang ia inginkan. Toh.. taka da satu pu makhluk di muka bumi yang mengerti dengan upayanya itu. Cacing itu hanya ingin sendiri. Tak perlu ada simpati atau perhatian apapunyang seolah-olah ingin memberikan kebahagiaan untuknya.
Dalam memahami kehidupanna, cacing itu hanya bisa meyakini satu hal, bahwa ia cukup dengan dirinya. Jika ia ingin merasa beda, ia cukup melepaskan daya imajinasinya seolah-olah ia berada diatas peralatan jagad raya, sehingga ia bisa melepas kepenatannya dan merasa sangan bebas, menikmati gugusan bintang-bintang dengan leluasa. Tapi kadang juga, bahkan seringkali cacing hanya mampu menyadari keberadaanya, terhimpit dalam lubang sempit didalam tanah yang bau dan gelap.
Ia cukup melakukan kebiasaannya, bergumal dengan lumpur, dan menggemburkan tanah dimana ia ada. Mungkin, itu bisa memberi manfaat bagi pihak lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar