Allah
adalah ketentraman seorang mukmin, kebahagiaan seorang yang taat, dan kekasih
seorang yang rajin beribadah. Siapa yang tentram dengan Allah, ia akan tentram dengan
kehidupan, merasa bahagia dengan apa yang ada, dan bisa menikmati hari-harinya
dengan hati yang tenang, bercahaya dan terbuka. Cinta Allah terukir di hatinya,
sifat-sifat Allah bersemayam di hatinya dan nama-nama Allah tergambar di depan
matanya. Dia hafal nama-nama Allah, merenungkan sifat-sifat Allah dan
menghadirkan di hatinya. Maka dia merasa tentram dengan Allah, mencintai-Nya
dan dekat pada-Nya.
Sesungguhnya perasaan dekat dengan
Allah melahirkan ketentraman dengan-Nya, kebahagiaan dengan perhatian-Nya, dan
kegembiraan dengan perlindungan-Nya. “Jika
hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku
mengabulkan orang yang berdoa ketika berdoa kepada-Ku.”(Q.S. Al-Baqarah: 186)
Sesungguhnya
perasaan tentram dengan Allah tidak dating tanpa sebab dan usaha. Dia adalah
buah dari ketaatan kepada Allah dan hasil dari mencintai Allah. Barang siapa
yang taat kepada Allah, mengerjakan perintah, dan meninggalkan larangan-Nya
serta bersungguh-sungguh dalam mencintai-Nya, maka dia akan menemukan
ketentraman sebagai makanan, menemukan lezatnya dengan Allah, dan kebahagiaan
bermunajat kepada Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar