Jumat, 30 Desember 2016

Siapa yang Tidak Merasa Tentram Dengan Allah, Tidak Akan Tentram Pula Dengan yang Lain





Allah adalah ketentraman seorang mukmin, kebahagiaan seorang yang taat, dan kekasih seorang yang rajin beribadah. Siapa yang tentram dengan Allah, ia akan tentram dengan kehidupan, merasa bahagia dengan apa yang ada, dan bisa menikmati hari-harinya dengan hati yang tenang, bercahaya dan terbuka. Cinta Allah terukir di hatinya, sifat-sifat Allah bersemayam di hatinya dan nama-nama Allah tergambar di depan matanya. Dia hafal nama-nama Allah, merenungkan sifat-sifat Allah dan menghadirkan di hatinya. Maka dia merasa tentram dengan Allah, mencintai-Nya dan dekat pada-Nya.
          Sesungguhnya perasaan dekat dengan Allah melahirkan ketentraman dengan-Nya, kebahagiaan dengan perhatian-Nya, dan kegembiraan dengan perlindungan-Nya. “Jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan orang yang berdoa ketika berdoa kepada-Ku.”(Q.S. Al-Baqarah: 186)
          Sesungguhnya perasaan tentram dengan Allah tidak dating tanpa sebab dan usaha. Dia adalah buah dari ketaatan kepada Allah dan hasil dari mencintai Allah. Barang siapa yang taat kepada Allah, mengerjakan perintah, dan meninggalkan larangan-Nya serta bersungguh-sungguh dalam mencintai-Nya, maka dia akan menemukan ketentraman sebagai makanan, menemukan lezatnya dengan Allah, dan kebahagiaan bermunajat kepada Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar