Jumat, 30 Desember 2016

Sosok Wanita Pencetak Pahlawan

“Mengapa mawar itu, hanya dari durinya saja. Sedangkan di kelopaknya menyembul putik yang indah merekah”

            Arkian, Amirul Mukminin Ustman bin Affan r.a. memerintahkan Hubaib ibn Musallamah al-Fahri untuk memimpin pasukan kaum muslimin yang akan berangkat memerangi bangsa Romawi yang sekian lama menabur benih permusuhan dengan orang-orang Islam. Istri Hubaib pun tak ketinggalan: ia ikut bergabung dengan pasukan tersebut. Sebelum berangkat, Hubaib memeriksa pasukannya. Lalu, istrinya bertanya, “Di manakah aku bisa bertemu denganmu setelah pertempuran ini usai?” Hubaib menjawab, “Engkau akan menemukanku di tenda pemimpin Romawi itu, atau engkau akan berjumpa denganku kelak, di surga!”
        Singkat kat, pertempuran pun berlangsung sengit. Hubaib dan pasukannya bertemput mati-matian dengan penuh keberanian. Sehingga, Allah pun memberikan kemenangan pada mereka, sedang pasukan Romawi sebagai pihak yang kalah. Usai pertempuran, Hubaib bergegas menuju ke tenda panglima pasukan Romawi untuk menunggu isterinya. Namun, betapa terkejutnya ia ketika mendapati isterinya justru lebih dahulu telah berada di dalam kemah panglima tersebut.
        Andai semua wanita seperti ini (istri Hubaib), maka mereka akan lebih baik daripada laki-laki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar