“Mengapa mawar itu, hanya dari durinya saja. Sedangkan di
kelopaknya menyembul putik yang indah merekah”
Arkian,
Amirul Mukminin Ustman bin Affan r.a. memerintahkan Hubaib ibn Musallamah
al-Fahri untuk memimpin pasukan kaum muslimin yang akan berangkat memerangi
bangsa Romawi yang sekian lama menabur benih permusuhan dengan orang-orang
Islam. Istri Hubaib pun tak ketinggalan: ia ikut bergabung dengan pasukan
tersebut. Sebelum berangkat, Hubaib memeriksa pasukannya. Lalu, istrinya
bertanya, “Di manakah aku bisa bertemu denganmu setelah pertempuran ini usai?”
Hubaib menjawab, “Engkau akan menemukanku di tenda pemimpin Romawi itu, atau
engkau akan berjumpa denganku kelak, di surga!”
Singkat kat, pertempuran pun berlangsung
sengit. Hubaib dan pasukannya bertemput mati-matian dengan penuh keberanian.
Sehingga, Allah pun memberikan kemenangan pada mereka, sedang pasukan Romawi
sebagai pihak yang kalah. Usai pertempuran, Hubaib bergegas menuju ke tenda
panglima pasukan Romawi untuk menunggu isterinya. Namun, betapa terkejutnya ia
ketika mendapati isterinya justru lebih dahulu telah berada di dalam kemah
panglima tersebut.
Andai semua wanita seperti ini (istri
Hubaib), maka mereka akan lebih baik daripada laki-laki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar