Jumat, 30 Desember 2016

PUISI ‘NONA MANIS’




Jika hanya menjadi bayang-bayang untuk apa terangkan jalan
Lebih baik berbalik memberi makan nyamuk-nyamuk yang kelaparan
Pikirku lebih berguna
Dari bayang-bayang belaka
Cukuplah kemarin semua terjadi menimpa jiwa yang sedang sunyi
Berhenti mengikuti arus deras yang menarik diri
Cukuplah.. Cukup
Jangan kau pilih aku lagi
Cukuplah.. Cukup
Tak ingin aku menjadi bayang-bayangmu

Nona Manise
===========
Tanpa rencana kita bertemu
Bersama di ruang dan waktu tak tentu
Terkadang dekat,
tersipu malu
Tak jarang jauh,
memendam rindu

Aku tak mengundangmu hadir di hariku
Kuyakin kamu pun begitu
Apakah angin yang menuntun?
Ataukah semua sudah tersusun?
Oleh-Nya
Atas kuasa-Nya

Harus kau tahu,
aku selalu memerhatikanmu
Tanpa kau tahu,
aku menyukaimu

===========
Matahari terbenam tuk lepaskan siang
Malam menghilang pun demikian bintang
Rumput bergoyang tuk lepaskan belalang
Romannya perlahan harus dibuang

Walau pun sayang
Walau pun inginkan
Walau pun sulit
Walau pun sakit

Seorang pemuda pun begitu..
Harus melepaskannya
Harus merelakannya
Demi kebaikannya
Ia tak ingin menyiksanya
Gula manisnya

===========
Malam semakin larut
Berisik suara perut
Meneriaki nasi dan lauk
Agar segera memasuki perut
Walau mengantuk
Meski tahu nanti 'kan gemuk
Gemuk? Hahaha
Aku tak peduli
Tak kupikir lagi
Asal perutku terisi
Dan nikmat kudapati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar