Seorang sastrawan
berkata,
“Bila engkau menuntut waktu untuk
memenuhi segala keinginan dan seleramu, atau engkau tidak menginginkan sesuatu
kecuali yang engkau sukai, maka bersiap-siaplah untuk terjatuh ke dalam lembah
kesedihan. Sebab, engkau pasti akan merintih ketika kehilangan dan tidak
memperoleh apa yang engkau dambakan.
Namun, bila engkau sudah sadar bahwa
hari-harimu itu suka mengambil dan menolak, memberi dan menahan, dan mereka tak
pernah lupa dengan segala hal yang pernah mereka berikan hingga mereka
mengambilnya kembali, maka ringankanlah kesedihanmu! Itulah watak dan dinamika
hari-hari bagi anak adam; baik yang tinggal di istana atau tidur di gubuk
derita, yang berjalan dengan sandal atau mereka yang berjalan tanpa alas di
muka bumi ini. Janganlah engkau menangis berlebih-lebihan dan usaplah
airmatamu. Engkau bukanlah orang yang pertama menderita karena di terjang anak
panah zaman. Bahkan, deritamu juga buka yang pertama menghiasi halaman koran-koran
kesedihan dan bencana.
Maka dari itu syukurilah apa yang kita
miliki saat ini, jangan terus-menerus bersedih akan hal yang belum tentu
menjadi milik kita. Fokuskan diri kita pada hal-hal yang positif dan mulailah
sibukkan diri untuk menjadi manusia yang paling bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar