Jumat, 30 Desember 2016

Ingatlah Saat Airmata Berlinang dan Hatimu Terluka



Seorang sastrawan berkata,
        “Bila engkau menuntut waktu untuk memenuhi segala keinginan dan seleramu, atau engkau tidak menginginkan sesuatu kecuali yang engkau sukai, maka bersiap-siaplah untuk terjatuh ke dalam lembah kesedihan. Sebab, engkau pasti akan merintih ketika kehilangan dan tidak memperoleh apa yang engkau dambakan.

        Namun, bila engkau sudah sadar bahwa hari-harimu itu suka mengambil dan menolak, memberi dan menahan, dan mereka tak pernah lupa dengan segala hal yang pernah mereka berikan hingga mereka mengambilnya kembali, maka ringankanlah kesedihanmu! Itulah watak dan dinamika hari-hari bagi anak adam; baik yang tinggal di istana atau tidur di gubuk derita, yang berjalan dengan sandal atau mereka yang berjalan tanpa alas di muka bumi ini. Janganlah engkau menangis berlebih-lebihan dan usaplah airmatamu. Engkau bukanlah orang yang pertama menderita karena di terjang anak panah zaman. Bahkan, deritamu juga buka yang pertama menghiasi halaman koran-koran kesedihan dan bencana.

        Maka dari itu syukurilah apa yang kita miliki saat ini, jangan terus-menerus bersedih akan hal yang belum tentu menjadi milik kita. Fokuskan diri kita pada hal-hal yang positif dan mulailah sibukkan diri untuk menjadi manusia yang paling bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar