Jumat, 30 Desember 2016

Mereka Itu Tidak Bahagia




“Bila penderitaanmu sudah semakin menghimpit, maka penyelesaianpun akan segera datang. Sebab, malammu telah mengizinkan bahwa fajar akan segera datang”

            Janganlah engkau menganggap orang-orang yang hidup mewah, bisa berhura-hura dan berfoya-foya dengan harta itu bahagia. Sebab, pada kenyataannya, mereka justru hidup sengsara dan tidak bahagia. Banyak sekali manusia yang hidup hanya untuk memanjakan dirinya, menuruti segala keinginannya, memuaskan hawa nafsunya dan menghabiskan waktunya untuk mengejar kenikmatan dan kemewahan dunia tanpa mempedulikan halal dan haramnya. Mereka itu tidaklah bahagia. Sebaliknya, hidup mereka justru selalu di baying-bayangi kesedeihan, kegelisahan, kerisauan, dan kecemasan. Sebab, setiap orang yang menyimpang dari aturan Allah dan berbuat maksiat tidak akan pernah bahagia selama-lamanya.
          Jangan pula engkau memandang bahwa orang-orang yang hidup mewah, bisa berhura-hura dan berfoya-foya dengan harta itu hidup dalam kenikmatan dan kebahagiaan. Sama sekali tidak! Justru, para wanita fakir yang hidup di gubuk-gubuk dan di rumah-rumah dari tanah itu lebih bahagia dari pada mereka yang tidur di atas dipan mewah yang beralaskan sutra, atau yang hidup di dalam istana sekalipun. Itu karena seorang wanita mukminah yang fakir, gemar beribadah, dan tidak mengejar dunia akan lebih bahagia dari pada wanita yang menyimpang dan keluar dari aturan Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar