“Bila penderitaanmu sudah semakin menghimpit, maka
penyelesaianpun akan segera datang. Sebab, malammu telah mengizinkan bahwa
fajar akan segera datang”
Janganlah
engkau menganggap orang-orang yang hidup mewah, bisa berhura-hura dan
berfoya-foya dengan harta itu bahagia. Sebab, pada kenyataannya, mereka justru
hidup sengsara dan tidak bahagia. Banyak sekali manusia yang hidup hanya untuk
memanjakan dirinya, menuruti segala keinginannya, memuaskan hawa nafsunya dan
menghabiskan waktunya untuk mengejar kenikmatan dan kemewahan dunia tanpa
mempedulikan halal dan haramnya. Mereka itu tidaklah bahagia. Sebaliknya, hidup
mereka justru selalu di baying-bayangi kesedeihan, kegelisahan, kerisauan, dan
kecemasan. Sebab, setiap orang yang menyimpang dari aturan Allah dan berbuat
maksiat tidak akan pernah bahagia selama-lamanya.
Jangan pula engkau memandang bahwa
orang-orang yang hidup mewah, bisa berhura-hura dan berfoya-foya dengan harta
itu hidup dalam kenikmatan dan kebahagiaan. Sama sekali tidak! Justru, para
wanita fakir yang hidup di gubuk-gubuk dan di rumah-rumah dari tanah itu lebih
bahagia dari pada mereka yang tidur di atas dipan mewah yang beralaskan sutra,
atau yang hidup di dalam istana sekalipun. Itu karena seorang wanita mukminah
yang fakir, gemar beribadah, dan tidak mengejar dunia akan lebih bahagia dari
pada wanita yang menyimpang dan keluar dari aturan Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar