Dalam
riwayat Abdullah bin Mas’ud yang di sampaikan sebelumnya di sebutkan bahwa
berbakti kepada kedua orang tua harus di dahulukan dari pada berjihad di jalan
Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Begitu besarnya jasa kedua orang tua
kita, sehingga apapun yang kita lakukan untuk berbakti kepada kedua orang tua
tidak akan dapat membalas jasa keduanya.
Di dalam hadits yang di riwayatkan
oleh Imam Bukhori di sebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar r.a melihat
seorang menggendong ibunya untuk tawaf di ka’bah dan kemana saja ‘si ibu’
menginginkan, orang tersebut bertanya, “Wahai Abdullah bin Umar, dengan
perbuatanku ini apakah aku telah membalas jasa ibuku?” Jawab Abdullah bin Umar
r.a, “Belum, setetespun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang
tuamu.” (Shahih Al Adabu Mufrad No.9)
Orang tua kita telah mengurusi kita
mulai dari kandungan dengan beban yang di rasakannya sangat berat dan susah
payah. Demikian juga ketika melahirkan, ibu kita mempertaruhkan jiwanya antara
hidup dan mati.
Ketika kita lahir, ibu lah yang
menyusui kita, kemudian membersihkan kotoran kita. Semuanya di lakukan oleh ibu
kita, bukan oleh orang lain. Ibu kita selalu menemani ketika kita terjaga dan
menangis baik di pagi, siang, atau malam hari.
Apabila kita sakit tidak ada yang
menangis kecuali ibu kita. Sementara bapak kita juga berusaha agar kita segera
sembuh dengan membawa ke dokter atau yang lain. Sehingga kalau di tawarkan
antara hidup dan mati, ibu kita akan memilih mati agar kita tetap hidup. Itulah
jasa seorang ibu terhadap anaknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar