Kamis, 29 Desember 2016

BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA





          Dalam riwayat Abdullah bin Mas’ud yang di sampaikan sebelumnya di sebutkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua harus di dahulukan dari pada berjihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

          Begitu besarnya jasa kedua orang tua kita, sehingga apapun yang kita lakukan untuk berbakti kepada kedua orang tua tidak akan dapat membalas  jasa keduanya.
 
          Di dalam hadits yang di riwayatkan oleh Imam Bukhori di sebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar r.a melihat seorang menggendong ibunya untuk tawaf di ka’bah dan kemana saja ‘si ibu’ menginginkan, orang tersebut bertanya, “Wahai Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku telah membalas jasa ibuku?” Jawab Abdullah bin Umar r.a, “Belum, setetespun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu.” (Shahih Al Adabu Mufrad No.9)

          Orang tua kita telah mengurusi kita mulai dari kandungan dengan beban yang di rasakannya sangat berat dan susah payah. Demikian juga ketika melahirkan, ibu kita mempertaruhkan jiwanya antara hidup dan mati.

          Ketika kita lahir, ibu lah yang menyusui kita, kemudian membersihkan kotoran kita. Semuanya di lakukan oleh ibu kita, bukan oleh orang lain. Ibu kita selalu menemani ketika kita terjaga dan menangis baik di pagi, siang, atau malam hari.

          Apabila kita sakit tidak ada yang menangis kecuali ibu kita. Sementara bapak kita juga berusaha agar kita segera sembuh dengan membawa ke dokter atau yang lain. Sehingga kalau di tawarkan antara hidup dan mati, ibu kita akan memilih mati agar kita tetap hidup. Itulah jasa seorang ibu terhadap anaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar